Apakah anda sering marah-marah, tengkuk terasa kaku dan kepala pusing ? Hati-hati, mungkin anda menderita hipertensi (tekanan darah tinggi), meskipun gejala-gejal itu tidak selalu dialami penderita darah tinggi. Hipertensi baru diketahui setelah tekanan darah seseorang diperiksa oleh dokter atau petugas medis. Pada pemeriksaan tersebut bisa saja tekanan darah anda normal-normal saja. Tentu saja keadaan ini membuat anda bertanya-tanya. Benarkah saya menderita darah tinggi atau jangan-jangan terjadi kesalahan saat terjadi pengukuran tekanan darah.
Di Amerika serikat diperkirakan sekitar 65 juta lebih pendudukkna yang berusia 17-75 tahun menderita hipertensi. Separuh dari jumlah tersebut, pada mulanya tidak menyadaari bahwa dirinya sedang di incar oleh the silent killer (penyakit pembunuh tersembunyi), yaitu hipertensi. Bagaimana dengan penyakit hipertensi di indonesia ? Di Indonesia hipertensi termasuk 10 jenis penyakit penyebab kematian terbanyak.
Penyakit hipertensi memang tidak tampak, tetapi jika terlambat penanganannya bisa berakibat fatal. Hipertensi termasuk penyakit dengan angka kejadian cukup tinggi. Penyakit ini merenggut 14 ribu pria di amerika setiap tahunnya.
Sebenarnya hipertensi tidak perlu dirisaukan karena dengan pengobatan yang rutin dan perubahan gaya hidup (dtyle of live), seseorang penderita dapat hisup dengan nyaman. Akan tetapi yang sangat mengkhawatirkan justru penyakit lain akibat hipertensi. Seseorang penderita hipertensi mempunyai resiko cukup besar terhadap penyakit diabetes, stroke, serangan jantung, gagal jantung dan gagal ginjal.
Para ahli kesehatan berusaha keras untuk menjinakkan hipertensi melalui berbagai penelitian pengobatan, khusunya obat-obatan kimiawi yang semakin lama semakin canggih. Sejarah kesehatan mencatat tahun 50-an ditemukan obat antihipertensi yang esektif dan aman. Meskipun obat-obtan menimbulkan efek sampin, tetapi dapat menekan angka kesakitan dan menaikkan angka harapan hidup.
Dunia menaruh perhatian besar terhadap hipertensi. Hal ini terbukti dengan dilakukannya penelitian hipertensi oleh Veterans Administration Cooperative Study Group on Antihypertensive Agents pada tahun 60-an. Sejak itu, para ahli terus berupaya berupaya menyempurnakan terapi hipertensi hingga diperoleh obat antihipertensi yang benar-benar efektif tanpa efeksamping yang berarti.
