Apakah yang terjadi sebenarnya hingga tekanan darah seseorang mengalami kenaikan? Tekanan darah berkaitan erat dengan elastisitas pembuluh darah, volume darah, dan frekuensi jantung memompa darah. Perlu diketahui bahwa pembuluh darah mirip dengan selang karet yang mengalirkan darah secara terus-menurus sepanjang waktu. Arteri, nama pembuluh darah yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh, harus menahan tekanan yang tinggi ktika jantung memompa darah. Apabila seseorang mengalami tekanan darah tinggi selama bertahun-tahun tanpa dilakukan pengobatan pembuluh darah menjadi rusak. Pembuluh darah yang rusak dindingnya menebal dan kasar sehingga akhirnya terjadi penyempitan. Pembuluha darah ini menjadi kurang lentur daripada sebelumnya, Keadaan ini dinamakan arteriosklerosis.
Menyempitnya pembuluh darah (kondisi arteriosklerosis) mengakibatkan aliran darah terganggu. Jaringan atau organ yang semestinya mendapat pasokan darah pun mengalami gangguan. Kurangnya pasokan darah ke jaringan atau organ mengakibatkan kekurangan oksigen sehingga fungsinya menjadi terganggu. Ingat, darah membawa zat-zat hasil pencernaan (glukosa, asam amin, asam lemak) dan oksigen. JIka arteri (pembuluh darah) ini semakin menyempit akan terjadi peningkatan kecenderungan darah membeku (trombosis). Membekunya darah ini dapat mengakibatkan penyumbatan todal pada pembuluh darah sehingga bagian tubuh yang diyalani menjadi mati. Tersumbatnya arteri ini dapat berdampak sangat luas bagi tubuh, yaitu matinya organ-organ vital dalam tubuh.
Hipertensi yang dibiarkan bertahun-tahun tanpa pengobatan dapat menimbulkan banyak masalah kesehatan. Membiarkan hipertensi sama artinya membiarkan jantung bekerja keras, juga membiarkan proses perusakan dinding pembuluh terus berlangsung. Seseorang yang menderita hipertensi mempunyai risiko penyakit jantung dua kali dan penyakit stroke delapan kali dibandingkan orang dengan tensi normal.
