Home » » Konsumsi Garam

Konsumsi Garam

Tentu ada alasannya penderita hipertensi diminta mengurangi konsumsi garam. Penelitian kedokteran membuktikan bahwa pembatasan konsumsi garam dapat menurunkan tekanan darah. selain itu, pengeluaran garam (natrium) menggunakan obat diuretik (pelancar kencing) juga terbukti ampuh menurunkan tekanan darah.

Sebenarnya bukanlah garam (garam dapur) yang tidak baik bagi tekanan darah tetapi kandungan natrium (Na) dalam darah yang dapat mempengaruhi tekanan darah seseorang. Natrium (Na) sebenarnay bermanfaat bagi  tubuh untuk mempertahankan keseimbangan cairan tubuh dan mengatur tekanan darah. Namun, natrium yang masuk dalam darah secara berlebihan dapat menahan air sehingga meningkatkan volume darah. Meningkatnya volume darah mengakibatkan meningkatnya tekanan pada dinding pembuluh darah sehingga kerja jantung dalam memompa darah semakin meningkat.

Berlebihnya natrium dalam darah juga berdampak buruk bagi dinding pembuluh darah. Natrium itu akan menggumpal di dinding pembuluh dan mengikis pembuluh darah tersebut hingga terkelupas. Kotoran akibat pengelupasan ini dapat menyumbat pembuluh darah.Garam bukanlah satu-satunya sumber natrium yang masuk ke dalam aliran darah, walaupun kandungan natrium dalam daram dapur cukup tinggi yaitu sekitar 40%. Mono Sodium Glutamat (MSG) atau lebih dikenal dengan merek dagang vetsin juga merupakan sumber natrium. Konsumsi MSG yang berlebihan juga berdampak pada penaikan tekanan darah.

Pada mulanya hubungan antara konsumsi garam dengan tekanan darah seseorang tidak direspon oleh para ahli kesehatan. Namun, akhirnya pendapat itu memperoleh respon positif setelah membandingkan data-data tekanan darah dari berbagai negara yang konsumsi garam tinggi. Sebagai contoh orang Jepang dan Polandia yang mengosumsi garam relatif tinggi banyak dijumpai kasus penaikan tekanan darah dan stroke.

Lebih jauh diungkapkan bahwa masyarakat yang pola makannya mengonsumsi banyak garam, terbukti mengalami kenaikan tekanan darah sejalan dengan bertambahnya usia. Selanjutnya penelitian lain menyebutkan bahwa mengurangi konsumsi garam terbukti dapat menurunkan tekanan darah. Sebagai contoh, mengurangi garam dapur sekitar 3 gram (kurang dari satu sendok teh) sehari dapat mencegah terjadinya stroke (26%) dan serangan jantung (15%) akibat tersumbatnya pembuluh darah.

Walaupun natrium terbukti signifikan terhadap penaikan tekanan darah, tetapi beberapa orang tidak terpengaruh dengan berlebihnya natrium dalam darahnya. Hal ini disebabkan tubuh orang tersebut dapat membuang kelebihan natrium dengan cepat melalui keringat dan urine (ari kencing). Akan tetapi secara umum, jika seseorang mengalami kegemukan, kurang berolahraga, berasal dari keluarga yang menderita hipertensi atau diabetes maka kelebihan natrium dapat meningkatnkan risiko hipertensi secara nyata. Apalagi jika kelebihan natrium itu terjadi pada orang yang sering mengalami stres maka risiko menjadi lebih besar.
Share this article :

Popular Posts

Powered by Blogger.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Hipertensi, bahaya dan pengobatannya - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger